Selasa, 10 Juni 2008

Indonesia itu berdasar Ketuhanan


Kekerasan di Indonesia sepertinya telah menjadi tradisi tersendiri. Kemarin, minggu 1 Juni 2008 terjadi penyerangan terhadap aktivis Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Keberagaman yang sedang menggelar unjuk rasa di Monas. FPI beralasan, penyerangan itu dilakukan karena AKK-BB dianggap telah mendukung aliran Ahmadiyah yang sampai sekarang masih menjadi kontroversi.

Penyerangan tersebut dilakukan secara membabi-buta. tidak pandang bulu. Dengan menggunakan potongan bambu dan batu, masa FPI dengan brutal memukuli masa AKK-BB yang sedang berunjuk rasa. Dari kesaksian Asfinawati, anggota AKK-BB, ternyata aksi FPI tersebut bukanlah aksi spontan, tapi cenderung direncanakan sebelumnya, terlihat dari senjata yang digunakan, salah satunya pasir yang telah dicampur sebelumnya dengan bahan-bahan kimia tertentu yang membuat mata perih dan kulit gatal. Aksi tersebut juga telah dikoordinasikan sebelumnya di Masjid Istiqlal.

Kejadian tersebut telah menimbulkan korban mencapai 70 orang. 7 Orang di antaranya masih dirawat intensif. 6 Orang telah divisum dan 6 lainnya telah di-BAP. Ternyata korban tidak hanya dari kaum pria, namun ibu-ibu dan anak-anak pun turut menjadi korban.

Bukan saya ingin memyudutkan FPI atau membela AKK-BB. Tapi saya memandang bahwa apapun itu, kekerasan seharusnya tidak menjadi solusi. Indonesia merupakan negara dengan berbagai macam perbedaan yang memang sangat beresiko menimbulkan pelbagai konflik kepentingan. Tapi kekerasan bukanlah jalan tengah dan hal tersebut sangat tidak bisa dimaklumi. Saya percaya bahwa semua agama apapun di dunia sangat membenci kekerasan. Semua agama pastilah mengajarkan kelembutan dan cinta kasih serta menghargai perbedaan, termasuk Islam. Seharusnya FPI mengetahui itu. Saya merasa sedih pemimpin FPI, Habib Rizieq, dengan lantang mengatakan setiap tindakan kekerasan yang dilakukan FPI adalah atas nama dan kepentingan Islam. Timbul pertanyaan kemudian, sebenarnya siapa yang telah melakukan penodaan terhadap Islam???

Tidak ada komentar: